Month: May 2015

Merubah Format Waktu

Semua orang di dunia ini membutuhkan jam sebagai penunjuk waktu dalam beraktivitas, baik aktivitas didalam ataupun diluar rumah. Khusus untuk orang yg bekerja menggunakan komputer dalam aktivitasnya, mungkin default clock dari OS yg digunakan akan menjadi penunjuk waktu bagi mereka. Sebelumnya, dalam komputer jam yg dipergunakan dibagi menjadi 2 pembagian waktu, yaitu 12-jam & 24-jam. Mayoritas pengguna komputer biasanya lebih  condong menggunakan pembagian waktu 12-jam dg embel-embel AM (Ante-Meridiam) dan PM  (Post-Meridiam) dibelakang jamnya. Mungkin dari sebagian pengguna komputer merasa bosan dengan embel-embel AM dan PM tersebut, bahkan mungkin ada yg berpikiran untuk merubah nya menjadi Pagi dan Sore misalnya. Tenang!! embel-embel AM dan PM itu memang dapat kita rubah sesuai keinginan, cukup dengan memainkan registry saja. Nah, tanpa panjang lebar lagi, langsung saja ikuti step dibawah ini :

1. Tekan Windows + R, lalu ketikkan regedit
2. Jika muncul jendela User Account Control klik Yes
3. Setelah itu, akan tampil jendela Registry Editor
4. Pilih HKEY_CURRENT_USER\Control Panel\International
5. cari file registry s1159 dan s2359 dalam folder International
6. Klik kanan pada registry s1159, modify, lalu ganti nama AM menjadi sesuai keinginan Anda
disini saya menggantinya menjadi Pagi.
7. lakukan langkah yg sama dengan point (6) untuk registry s2359, rubah menjadi Sore.
8. Tutup jendela Registry Editor, tunggu beberapa menit penunjuk default clock komputer Anda
akan berubah.

Semoga berhasil dan bermanfaat :)

PRT Cum Laude

PRT ini Berjuang Kuliah Hingga Cum Laude, yang Beli Ijazah Masa Enggak Malu?

Darwati (23) lulus kuliah dengan predikat memuaskan, yakni Cum Laude. Perempuan asal Desa Gunungan, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah ini meraih predikat cum laude setelah meraih IPK 3,68. Tidak disangka Darwati ternyata berasal dari kalangan masyarakat menengah kebawah, sehingga untuk menyelesaikan pendidikannya tersebut ia harus bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT) di rumah drg Lely Atasti Bachrudin sejak 16 Agustus 2010 silam.

Rupanya majikan tahu Darwati bersemangat ingin kuliah. Ia mengizinkan Darwati kuliah sambil bekerja. Dosen pembimbing Darwati, Slamet Riyono, mengapresiasi usaha mahasiswinya itu. Ia kagum karena Darwati termasuk mahasiswi yang rajin karena rela menempuh jarak 50 Km dari Grobogan ke Semarang hanya untuk belajar mata kuliah yang tidak dimengertinya.

Continue reading

Hari Kebangkitan Nasional

20 Mei 2015, tidakkah kalian ingat bahwa hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional. Hari dimana diperingati masa bangkitnya semangat nasionalisme, persatuan, kesatuan, dan kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Negara Indonesia, yang sebelumnya tidak pernah muncul selama penjajahan 350 tahun oleh Negara Belanda.  107th sudah kita merasakan semangat kebangkitan nasional. Kebangkitan Nasional ditandai dengan 2 peristiwa penting yaitu berdirinya Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908.

Tokoh-tokoh sejarah kebangkitan nasional, antara lain: Gunawan, Sutomo, dr. Tjipto Mangunkusumo, dr. Douwes Dekker, Suwardi Suryoningrat (Ki Hajar Dewantara), dan lain-lain. Tanggal 20 Mei 1908, berdirinya Boedi Oetomo, dijadikan sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

Continue reading

Let’s Explore Gunung Padang

Sebagai mahasiswa asli dari Cianjur saya merasa perlu mengangkat potensi-potensi wisata alam yang berasal dari daerah yang terkenal dengan “Beras Cianjur” dan “Tauco” tersebut. Banyak sekali wisata alam di Cianjur yang membuat kita betah untuk berlama-lama menikmati pemandangan nan indah. Salah satu wisata alam Cianjur yang sedang ramai dibicarakan oleh masyarakat Indonesia adalah Situts Megalithikum Gunung Padang. Sebuah gunung yang disebut-sebut sebagai Piramidanya Indonesia.

Julukan “Piramida Indonesia” tersebut memang pantas disematkan, karena bentuknya yang menyerupai Piramida di Mesir. Namun Situs Gunung Padang lebih tua dari peradaban Mesopotamia di Irak dan Pyramid Giza di Mesir, yang selama ini dipercaya sebagai peradaban tertua di dunia dengan usia antara 2.500 hingga 4.000 tahun Sebelum Masehi.  Luas kompleks “bangunan” kurang lebih 900 m², terletak pada ketinggian 885 m dpl, dan areal situs ini sekitar 3ha, menjadikannya sebagai kompleks punden berundak terbesar di Asia Tenggara.

Continue reading