Sebagai mahasiswa asli dari Cianjur saya merasa perlu mengangkat potensi-potensi wisata alam yang berasal dari daerah yang terkenal dengan “Beras Cianjur” dan “Tauco” tersebut. Banyak sekali wisata alam di Cianjur yang membuat kita betah untuk berlama-lama menikmati pemandangan nan indah. Salah satu wisata alam Cianjur yang sedang ramai dibicarakan oleh masyarakat Indonesia adalah Situts Megalithikum Gunung Padang. Sebuah gunung yang disebut-sebut sebagai Piramidanya Indonesia.

Julukan “Piramida Indonesia” tersebut memang pantas disematkan, karena bentuknya yang menyerupai Piramida di Mesir. Namun Situs Gunung Padang lebih tua dari peradaban Mesopotamia di Irak dan Pyramid Giza di Mesir, yang selama ini dipercaya sebagai peradaban tertua di dunia dengan usia antara 2.500 hingga 4.000 tahun Sebelum Masehi.  Luas kompleks “bangunan” kurang lebih 900 m², terletak pada ketinggian 885 m dpl, dan areal situs ini sekitar 3ha, menjadikannya sebagai kompleks punden berundak terbesar di Asia Tenggara.

Lokasi Situts Megalithikum Gunung Padang berada di perbatasan Dusun Gunung padang dan Panggulan, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur.

Untuk mencapai gunung padang, kita bisa melalui  rute sebagai berikut :

  1. dari Jakarta bisa mengambil jalur menuju Puncak Bogor atau jalur alternatif Jonggol. Keduanya sama, harus menuju Cianjur Kota. Dari sini jarak ke Gunung Padang sekitar 45 kilometer. Jika dari Bandung, juga tentunya harus sampai di Kota Cianjur dulu.
  2. Dari Kota Cianjur, para pelancong dapat mengambil arah menuju Jalan Raya Cianjur-Sukabumi. Dari Jalan Raya Cianjur-Sukabumi ini Anda dapat memilih 2 rute menuju Gunung Padang, jalur Pal Dua dan Tegal Sereh.
  3. Jika dari jalur Pal Dua, maka para wisatawan harus ke Desa Warungkondang. Dari desa ini Anda berbelok ke kanan, lalu ke Cipadang-Cibokor-Lampegan-Pal Dua-Ciwangin-Cimanggu dan berakhir di Dusun Gunung Padang.
  4. Lalu kalau jalur Tegal Sereh, maka Anda mesti ke Desa Sukaraja kemudian belok kiri ke Cireungas-Cibanteng-Rawabesar-Sukamukti-Cipanggulan dan terakhir Dusun Gunung Padang.
  5. Kedua jalur yang ditempuh akan sedikit menanjak dengan kondisi jalan yang kurang bagus. Khususnya jalur Pal Dua, di mana hampir sebagian di awal-awal perjalanan, jalan banyak bergelombang dan berlubang, bahkan rusak.
  6. Sampai di Gunung Padang, Anda akan menemukan gapura atau gerbang menuju lokasi wisata situs Gunung Padang.

Perlu diketahui, jika Anda yang pergi dari arah Jakarta ingin lebih menghemat biaya untuk sampai ke Gunung Padang disarankan untuk menyewa kendaraan pribadi. Karena jika menggunakan moda transportasi umum (angkot) ditarif 200rb. Jika ingin lebih hemat lagi bisa menggunakan Kereta Api yang berangkat dari arah Bogor. Di Stasiun Bogor, Anda pilih Kereta Api Pangrango menuju Sukabumi. Tarif tiket KA Pangrango sekali perjalanan Rp 20 ribu untuk kelas ekonomi dan Rp 50 ribu untuk kelas eksekutif. Di sini Anda harus transit lalu berganti ke KA Siliwanggi dengan tarif Rp 20 ribu kelas ekonomi dan kelas eksekutif Rp 35 ribu. Untuk menuju Gunung Padang, para pelancong harus turun di Stasiun Lampegan yang keberadaannya hanya 1 stasiun sebelum Stasiun Cianjur. Dari Stasiun Lampegan, jarak ke Gunung Padang masih kurang lebih 7 km lagi dan harus melanjutkan perjalanan dengan ojek. Tarif Ojek biasanya menawarkan Rp. 50rb.

Sesampainya di Gunung Padang Anda akan dikenakan biaya untuk tiket masuk. Harga tiket masuknya Rp 2 ribu per orang untuk wisatawan dalam negeri dan Rp 5 ribu untuk turis asing.

Semoga informasi ini dapat membantu teman-teman yang ingin melancong ke Gunung Padang.

Sekian.